30 September, 2008

Tips bekerja di luar negeri I

Bicara bagaimana bekerja di bidang IT bagi kita di Indonesia demikian menariknya. Pekerja IT boleh jadi tampil keren di perusahaan-perusahaan, punya ruangan sendiri, punya akses informasi yang luas kadang tahu rahasia perusahaan. Tapi beban berat ini kadang tidak diimbangi oleh gaji yang memadai. Banyak pekerja IT yang mengeluh karena mereka di gaji rendah atau diperlakukan nggak ada bedanya dengan montir atau teknisi.

Sering kita mendapat pertanyaan teman atau kerabat "gimana sih cara bisa kerja di luar negeri?". Pertanyaan tersebut sering muncul berulang-ulang, nah pada akhirnya timbul ide gimana kalau kita berbagi saja melalui tulisan. Cara ini lebih efektif dan menghindarkan diri kita dari pegal mulut (hmm..) karena harus bercerita berulang-ulang mengenai satu hal yang sama.



Read more





Tips Pertama: tentukan tujuan ente niatnya mau jadi apa?

Penting banget. Sebelum berbuat melangkah lebih jauh, pikirkan matang-matang mau jadi apa. yang tahu diri kita ya kita sendiri. Kalau kita tahu misalnya kita baru lari 10 meter aza udah ngos-ngosan ya jangan pasang niat mau jadi atlit maraton. Nah, kalo intinya kita udah nggak suka sama yang berhubungan dengan komputer, STOP jangan diterusin berkarier di bidang IT, kalau diturutin juga nggak ada gunanya.

Tips kedua: niat udah bulat, liat isi kantong.

Saya mencoba bicara realita. Niat misalnya udah bulat, nah bagaimana isi kantong anda? Nerkarier di bidang IT itu mahal. Komputer aza harganya udah jutaan (uangnya bisa buat makan 4 bulan bagi masyarakat kolong jembatan di jakarta). Buku-buku? walaupun yang bajakan ada tapi khan tetap bayarnya pakai uang juga. Jangan mimpi kalu anda bisa tetap up to date kalau Cuma mengandalkan sumber informasi yang udah tua. Bila mau berkarir di bidang IT anda harus melek infoemasi.

Tips ketiga: tips satu dan sudah lalu pilih spesialisasi.

Percayalah kalau anda dalam CV yang anda tulis dan kirim ke salah satu perusahaan besar bahwa anda jago dalam multi bidang, CV anda cuma akan berakhir di tempat sampah!. Para personal HRD di perusahaan besar di Eropa misalnya sudah terbiasa dididik bahwa yang namanya spesialisasi atau keahlian itu sifatnya unik. Kalau anda spesialisasinya “makan” maka “masak” jelas bukan spesialisasi anda. Nggak mungkin dalam perusahaan anda bertindak selain sebagai direktur, akunting, manajer HRD, juga resepsionis dan tukang sapu sekaligus.

Tips keempat: kuasai bahasa asing sebanyak mungkin

Eropa sudah bersatu, ingat. Ketika anda melamar di suatu perusahaan karena anda bukan berasal dari Uni Eropa anda akan dipandang sebelah mata. Oleh karena itu anda harus lebih pintar dibanding bule-bule tersebut.

Penguasaan bahasa asing mutlak. Kuasai bahasa eropa selain bahasa Inggris. Bahasa Jerman setengah wajib untuk dikuasai (minimal bisa ngerti teks). Pusat IT di Eropa itu adanya di Jerman

Untuk belajar jangan malu untuk memulai. Teman saya Chang orang RRC pengungsi politik dari Tibet saja usianya udah 62 baru belajar bahasa Inggris.Pekerjaan yang diinginkan oleh dia cuma jadi pelayan kantin.


Tips kelima: googling, cari perusahaan yang anda incar

Beberapa perusahaan mempunyai “open solicitasi” , yang artinya pelamar boleh mengirim berkas lamaran kapan saja. Cari yang seperti ini dulu. Kirim lamaran dan CV anda kesini. Jangn berharap dibalas cepat. Karena mereka biasanya akan mengkontak anda kalau mereka butuh.

Tips keenam: cari headhunter yang bagus

Yang ini agak susah tapi bukan mustahil. Sering-sering berkeliaranlah di Forum-forum asing, yang ada subforum berkaitan dengan bidang yang anda ingini (kalau anda ingin jadi programer C language, cari subforum yang ada C programmingnya), jadilah aktif member disana, bantu tiap oarng yang butuh bantuan.

Kalau mau cara cepat anda bisa googling kirim email ke si headhunter. Walau kemungkinan email anda di anggap spam , tapi setidaknya ada harapan sedikit.

No comments: